Pertama, Anda harus menarik pengunjung
Ini adalah langkah pertama. Anda melakukannya melalui konten yang menarik. Pikirkan tentang blog, video, dan postingan media sosial. Konten tersebut harus bermanfaat dan menarik. Konten tersebut harus memecahkan masalah bagi orang-orang. Ini akan membawa mereka ke situs web Anda.
Selanjutnya, Anda perlu mengumpulkan informasi mereka. Formulir Daftar Ponsel Brother sederhana di situs web Anda dapat melakukannya. Formulir tersebut mungkin meminta nama dan email. Sebagai gantinya, Anda dapat menawarkan sesuatu yang berharga. Mungkin berupa panduan gratis atau e-book. Beginilah cara pengunjung menjadi prospek.
Prospek adalah orang yang telah menunjukkan minat. Mereka belum menjadi pelanggan. Mereka adalah calon pelanggan.
Perjalanan Seorang Prospek: Dari Pengunjung Menjadi Pelanggan
Setelah mendapatkan prospek, Anda harus memelihara mereka. Membina berarti membangun hubungan. Anda mengirimkan email yang bermanfaat kepada mereka. Email ini bukan sekadar promosi penjualan. Sebaliknya, email ini memberikan informasi yang lebih bermanfaat. Anda ingin menunjukkan bahwa Anda seorang ahli. Ini membangun kepercayaan dan membuat mereka menyukai merek Anda.
Kualifikasi prospek Anda penting. Tidak semua prospek siap membeli. Beberapa mungkin hanya mencari informasi. Anda perlu mencari tahu siapa yang serius. Ini disebut kualifikasi prospek. Ini membantu tim penjualan Anda menghemat waktu. Mereka dapat fokus pada prospek yang paling mungkin membeli.

Alat untuk Mengelola Prospek Anda
Ada banyak alat untuk membantu Anda. Ini disebut sistem CRM. CRM adalah singkatan dari Manajemen Hubungan Pelanggan. Alat-alat ini membantu Anda melacak setiap prospek. Anda dapat melihat perjalanan mereka dari awal hingga akhir. Anda dapat melihat email apa saja yang mereka buka. Anda juga dapat melihat halaman apa saja yang mereka kunjungi. Data ini sangat berguna. Data ini membantu Anda memahami prospek Anda dengan lebih baik. Dengan demikian, Anda dapat mengirimkan pesan yang lebih relevan. Hal ini meningkatkan peluang penjualan.
Menyerahkan Prospek ke Tim Penjualan
Setelah prospek siap, saatnya tim penjualan. Tim pemasaran memberikan prospek yang memenuhi syarat kepada tim penjualan. Ini adalah serah terima yang krusial. Tim penjualan kemudian mengambil alih. Mereka bekerja untuk mencapai kesepakatan. Komunikasi antara kedua tim sangat penting. Mereka harus menyepakati apa yang membuat prospek "siap". Ini menghindari kebingungan. Sistem yang baik akan memperlancar proses ini.
Menganalisis Upaya Anda
Setelah kampanye, Anda harus meninjau hasilnya. Ini disebut pelaporan dan analisis. Anda harus melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Apakah postingan blog Anda mendapatkan banyak pengunjung? Apakah panduan gratis Anda menghasilkan prospek baru? Informasi ini sangat membantu. Ini membantu Anda meningkatkan diri untuk kampanye berikutnya. Ini membantu Anda menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Tantangan Umum dalam Manajemen Prospek
Manajemen prospek dapat menimbulkan beberapa masalah. Salah satu masalah umum adalah data yang buruk. Prospek mungkin memberikan informasi palsu. Tantangan lainnya adalah tindak lanjut yang lambat. Jika Anda menunggu terlalu lama, prospek mungkin kehilangan minat. Penting untuk merespons dengan cepat. Otomatisasi dapat membantu mengatasi hal ini. Otomatisasi dapat langsung mengirimkan email. Selain itu, kurangnya keselarasan antara pemasaran dan penjualan dapat menyebabkan masalah. Mereka harus bekerja sebagai satu tim. Rencana yang jelas dapat mencegah hal ini.
Seluruh proses ini merupakan sebuah siklus. Anda menarik, mengonversi, menutup transaksi, dan memuaskan pelanggan. Kemudian, pelanggan yang puas tersebut bahkan mungkin menjadi promotor. Mereka dapat membantu Anda mendapatkan prospek baru. Dengan demikian, siklusnya dimulai lagi. Ini adalah proses peningkatan yang berkelanjutan. Anda selalu belajar. Anda selalu menjadi lebih baik. Sistem manajemen prospek masuk yang baik akan mengembangkan bisnis Anda.